LAPORAN TRACER STUDY
PROGRAM STUDI S2 KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
TAHUN 2026
Disusun oleh: Tim Tracer Study Program Studi S2 Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya 2026.
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tracer study merupakan studi pelacakan jejak alumni yang dilakukan untuk mengetahui outcome pendidikan dalam bentuk transisi dari dunia pendidikan tinggi ke dunia kerja. Tracer study bertujuan untuk mengetahui kinerja lulusan di dunia kerja, mengevaluasi kurikulum, serta memberikan kontribusi data bagi pengembangan institusi pendidikan tinggi. Program Studi S2 Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Surabaya melaksanakan tracer study secara berkala sebagai bagian dari penjaminan mutu internal dan pemenuhan indikator kinerja utama (IKU).
Laporan tracer study tahun 2026 ini disusun berdasarkan data yang diperoleh dari sistem Tracer Study Unesa yang terintegrasi dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Laporan ini mencakup profil responden, status alumni setelah lulus, kondisi ketenagakerjaan, serta evaluasi terhadap proses pembelajaran yang telah dijalani selama masa studi.
1.2 Tujuan
Tujuan penyusunan laporan tracer study ini adalah:
- Mengetahui respons rate alumni Program Studi S2 Kimia dalam mengisi kuesioner tracer study.
- Mengetahui profil dan status alumni setelah menyelesaikan studi.
- Mengevaluasi relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.
- Mengukur capaian indikator kinerja utama (IKU) Gold Standard.
- Memberikan rekomendasi untuk perbaikan proses pembelajaran dan pengembangan kurikulum.
1.3 Manfaat
Manfaat tracer study bagi Program Studi S2 Kimia antara lain:
- Sebagai bahan evaluasi dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri dan dunia kerja.
- Sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan akademik dan non-akademik.
- Sebagai data pendukung dalam proses akreditasi program studi dan institusi.
- Sebagai sarana komunikasi dan penguatan jejaring antara program studi dengan alumni dan pengguna lulusan.
1.4 Indikator Keberhasilan Gold Standard
Indikator keberhasilan tracer study mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 210/M/2023 tentang Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi dan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nomor 173/E/KPT/2023. Gold Standard IKU 1 "Lulusan Mendapatkan Pekerjaan yang Layak" dihitung berdasarkan dua acuan regulasi:
- Keputusan Menteri 3/M/2021: menghitung persentase lulusan yang bekerja dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun setelah kelulusan dengan penghasilan minimal 1,2 kali UMP.
- Keputusan Menteri 210/M/2023: menghitung persentase lulusan yang bekerja dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun setelah kelulusan dengan penghasilan minimal 1,2 kali UMP.
Target capaian yang ditetapkan meliputi: Respons Rate ≥ 95%, Gold Standard ≥ 80%, dan Survei Pengguna Alumni ≥ 10%.
BAB II PROFIL RESPONDEN
2.1 Respons Rate dan Gold Standard
Berdasarkan data tracer study tahun 2026, Program Studi S2 Kimia memiliki jumlah lulusan sebanyak 5 orang dengan jumlah responden yang mengisi kuesioner sebanyak 5 orang, sehingga respons rate mencapai 100%. Capaian ini telah melampaui target respons rate yang ditetapkan sebesar 95%.
Perhitungan Gold Standard berdasarkan Keputusan Menteri 210/M/2023 menunjukkan bahwa dari 5 alumni yang merespons, terdapat 2 alumni yang bekerja kurang dari 2 tahun setelah kelulusan. Kedua alumni tersebut memiliki penghasilan di atas 1,2 kali UMP Jawa Timur, sehingga Gold Standard yang dicapai adalah 100%. Capaian ini telah melampaui target Gold Standard sebesar 80%.
| Indikator | Target | Capaian 2026 | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Respons Rate | ≥95% | 100% (5/5) | Tercapai |
| Gold Standard (210/M/2023) | ≥80% | 100% (2/2) | Tercapai |
| Survei Pengguna Alumni | ≥10% | Belum tersedia |
2.2 IPK Lulusan
Berdasarkan data tracer study tahun 2026, IPK lulusan Program Studi S2 Kimia menunjukkan kualitas akademik yang sangat baik. IPK terendah adalah 3,70, IPK tertinggi adalah 4,00, dan rata-rata IPK lulusan adalah 3,89. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh lulusan memiliki prestasi akademik yang memuaskan.
| No | Nama Alumni | IPK |
|---|---|---|
| 1 | Ahmad Rudi Setiawan | 3,85 |
| 2 | Nur Hasanah Jusman | 3,70 |
| 3 | Intan Fatma Listiandari | 4,00 |
| 4 | Browi Nugroho | 3,91 |
| 5 | I Gusti Ngurah Agung Oka Dhana | 4,00 |
| IPK Terendah | IPK Tertinggi | Rata-rata IPK |
|---|---|---|
| 3,70 | 4,00 | 3,89 |
2.3 Status Alumni
Berdasarkan data tracer study tahun 2026, seluruh alumni (100%) Program Studi S2 Kimia berstatus bekerja (full time/part time). Tidak terdapat alumni yang berstatus melanjutkan studi, berwirausaha, ataupun belum/tidak bekerja. Hal ini menunjukkan daya serap dunia kerja terhadap lulusan S2 Kimia sangat baik.
| Status | Jumlah | Persentase |
|---|---|---|
| Bekerja (full time/part time) | 5 | 100% |
| Belum memungkinkan bekerja | 0 | 0% |
| Wiraswasta | 0 | 0% |
| Melanjutkan Studi | 0 | 0% |
2.4 Sumber Pembiayaan Kuliah
Berdasarkan data tracer study tahun 2026, mayoritas alumni (80%) membiayai kuliahnya secara mandiri melalui biaya sendiri/keluarga, sedangkan 20% lainnya memperoleh pembiayaan dari sumber lainnya.
| Sumber Pembiayaan | Persentase |
|---|---|
| Biaya Sendiri/Keluarga | 80% |
| Lainnya | 20% |
2.5 Kompetensi Alumni
Berdasarkan grafik "Kompetensi Alumni" tahun 2026 untuk Program Studi S2 Kimia, penilaian kompetensi alumni mencakup tujuh aspek utama. Rata-rata skor kompetensi alumni menunjukkan bahwa seluruh aspek kompetensi berada pada level baik hingga sangat baik dengan skala 1-5. Aspek-aspek yang dinilai meliputi etika, keahlian pada bidang ilmu, kemampuan berbahasa asing, penggunaan teknologi informasi, kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, dan pengembangan diri.
| Aspek Kompetensi | Rata-rata Skor |
|---|---|
| Etika | 4,60 |
| Keahlian pada Bidang Ilmu | 4,20 |
| Kemampuan Berbahasa Asing | 3,40 |
| Penggunaan Teknologi Informasi | 4,00 |
| Kemampuan Berkomunikasi | 4,00 |
| Kerjasama Tim | 4,20 |
| Pengembangan Diri | 4,20 |
2.6 Alasan Alumni Belum Memungkinkan Bekerja
Pada Program Studi S2 Kimia tahun 2026, tidak terdapat alumni yang berstatus belum memungkinkan bekerja. Seluruh alumni (100%) telah terserap ke dunia kerja, sehingga bagian ini tidak relevan untuk periode pelaporan ini.
2.7 Metode Pembelajaran
Berdasarkan grafik "Metode Pembelajaran" tahun 2026 untuk Program Studi S2 Kimia, seluruh metode pembelajaran yang diterapkan mendapatkan penilaian dari alumni. Penilaian menggunakan skala 1-4 ( 1= Sangat Baik, 4= Kurang Baik). Hasil menunjukkan bahwa seluruh metode mendapat rata-rata skor antara 1,4-2,0, yang menunjukkan penilaian baik hingga sangat baik dari alumni.
| Metode Pembelajaran | Rata-rata Skor |
|---|---|
| Perkuliahan | 1,60 |
| Demonstrasi | 1,80 |
| Partisipasi dalam proyek riset | 1,60 |
| Magang | 2,00 |
| Praktikum | 1,40 |
| Kerja Lapangan | 2,00 |
| Diskusi | 1,60 |
2.8 Kepuasan Lulusan
Berdasarkan data tracer study tahun 2026, tingkat kepuasan lulusan Program Studi S2 Kimia menunjukkan hasil yang sangat positif. Sebanyak 60% alumni menyatakan tingkat kepuasan Sangat Baik dan 40% alumni menyatakan tingkat kepuasan Baik. Tidak terdapat alumni yang menyatakan kurang puas atau tidak puas terhadap proses pembelajaran yang telah dijalani.
| Tingkat Kepuasan | Persentase |
|---|---|
| Sangat Baik | 60% |
| Baik | 40% |
| Cukup | 0% |
| Kurang Baik | 0% |
BAB III ALUMNI MEMASUKI DUNIA KERJA
3.1 Rata-Rata Mulai Mencari Pekerjaan
Berdasarkan grafik "Rata-Rata Mulai Mencari Pekerjaan" tahun 2026 untuk Program Studi S2 Kimia, sebanyak 40% alumni mulai mencari pekerjaan sebelum lulus, 40% alumni mulai mencari pekerjaan sesudah lulus, dan 20% alumni menyatakan tidak mencari kerja (langsung mendapatkan pekerjaan atau sudah bekerja sebelum lulus).
| Waktu Mulai Mencari Pekerjaan | Persentase |
|---|---|
| Sebelum Lulus | 40% |
| Sesudah Lulus | 40% |
| Tidak Mencari Kerja | 20% |
3.2 Jalur Mendapatkan Pekerjaan
Berdasarkan grafik "Jalur Mendapatkan Pekerjaan" tahun 2026 untuk Program Studi S2 Kimia, jalur internet/iklan online merupakan saluran utama yang digunakan alumni untuk mendapatkan pekerjaan dengan persentase 42,86%. Selain itu, jalur-jalur lain yang digunakan meliputi relasi (melalui koneksi kerja), penempatan kerja/magang, dan membangun bisnis sendiri masing-masing sebesar 14,29%.
| Jalur Mendapatkan Pekerjaan | Persentase |
|---|---|
| Internet/iklan online/mailing list | 42,86% |
| Relasi (melalui koneksi kerja) | 14,29% |
| Penempatan kerja/magang | 14,29% |
| Membangun bisnis sendiri | 14,29% |
| Lainnya | 14,29% |
3.3 Masa Pencarian Kerja
Masa pencarian kerja diukur melalui tiga indikator, yaitu jumlah perusahaan yang dilamar, jumlah perusahaan yang merespons lamaran, dan jumlah perusahaan yang mengundang wawancara.
Jumlah Perusahaan yang Dilamar
Berdasarkan data tahun 2026, sebanyak 66,67% alumni melamar ke ≤10 perusahaan dan 33,33% alumni melamar ke 11-50 perusahaan. Tidak ada alumni yang melamar ke lebih dari 50 perusahaan.
| Jumlah Perusahaan Dilamar | Persentase |
|---|---|
| ≤10 Perusahaan | 66,67% |
| 11 s.d 50 Perusahaan | 33,33% |
| > 50 Perusahaan | 0% |
Jumlah Perusahaan yang Merespons
Sebanyak 66,67% alumni mendapat respons dari ≤10 perusahaan dan 33,33% alumni mendapat respons dari 11-20 perusahaan.
| Jumlah Perusahaan Merespons | Persentase |
|---|---|
| ≤10 Perusahaan | 66,67% |
| 11 s.d 20 Perusahaan | 33,33% |
| > 20 Perusahaan | 0% |
Jumlah Perusahaan yang Mengundang Wawancara
Sebanyak 66,67% alumni diundang wawancara oleh ≤3 perusahaan dan 33,33% alumni diundang wawancara oleh lebih dari 10 perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar alumni mendapat peluang wawancara yang cukup, dan terdapat alumni yang memiliki daya tarik tinggi di mata perusahaan.
| Jumlah Perusahaan Mengundang Wawancara | Persentase |
|---|---|
| ≤3 Perusahaan | 66,67% |
| 4 s.d 10 Perusahaan | 0% |
| > 10 Perusahaan | 33,33% |
BAB IV ALUMNI BEKERJA
4.1 Masa Tunggu Alumni Bekerja
Berdasarkan grafik "Masa Tunggu Alumni Bekerja" tahun 2026 untuk Program Studi S2 Kimia, seluruh alumni yang bekerja memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari atau sama dengan 6 bulan setelah lulus. Mayoritas alumni (80%) memiliki masa tunggu 1 bulan dan 20% alumni memiliki masa tunggu 2 bulan. Tidak ada alumni yang masa tunggunya lebih dari 6 bulan untuk mendapatkan pekerjaan pertama.
| No | Nama Alumni | Masa Tunggu (Bulan) |
|---|---|---|
| 1 | Ahmad Rudi Setiawan | 1 |
| 2 | Nur Hasanah Jusman | 1 |
| 3 | Intan Fatma Listiandari | 1 |
| 4 | Browi Nugroho | 2 |
| 5 | I Gusti Ngurah Agung Oka Dhana | 1 |
4.2 Rata-Rata Take Home Pay Alumni Bekerja
Berdasarkan grafik "Rata-Rata Take Home Pay Alumni Bekerja" tahun 2026 untuk Program Studi S2 Kimia, seluruh alumni bekerja (100%) memiliki rata-rata take home pay pada rentang ≥5.000.000 s.d ≤10.000.000 rupiah per bulan. Tidak terdapat alumni dengan take home pay di bawah 5.000.000 rupiah maupun di atas 10.000.000 rupiah per bulan pada periode pelaporan ini. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh lulusan S2 Kimia memperoleh penghasilan yang layak dan berada di atas 1,2 kali UMP Jawa Timur.
| Rentang Take Home Pay | Persentase |
|---|---|
| < 1.000.000 | 0% |
| ≥1.000.000 s.d <3.000.000 | 0% |
| ≥3.000.000 s.d <5.000.000 | 0% |
| ≥5.000.000 s.d ≤10.000.000 | 100% |
| > 10.000.000 | 0% |
4.3 Jenis Lembaga Tempat Alumni Bekerja
Berdasarkan grafik "Jenis Lembaga Tempat Alumni Bekerja" tahun 2026 untuk Program Studi S2 Kimia, mayoritas alumni (80%) bekerja di perusahaan swasta dan 20% lainnya bekerja di institusi/organisasi multilateral. Tidak terdapat alumni yang bekerja di instansi pemerintah, BUMN/BUMD, organisasi non profit, lembaga swadaya masyarakat, maupun kategori lembaga lainnya pada periode pelaporan ini.
| Jenis Lembaga | Persentase |
|---|---|
| Perusahaan Swasta | 80% |
| Institusi/Organisasi Multilateral | 20% |
| Instansi Pemerintah | 0% |
| BUMN/BUMD | 0% |
| Organisasi Non Profit/Lembaga Swadaya Masyarakat | 0% |
| Wiraswasta/Perusahaan Sendiri | 0% |
| Lainnya | 0% |
4.4 Tingkat Tempat Kerja Alumni
Berdasarkan grafik "Tingkat Tempat Kerja Alumni" tahun 2026 untuk Program Studi S2 Kimia, sebanyak 80% alumni bekerja pada tingkat nasional/wiraswasta berbadan hukum dan 20% lainnya bekerja pada tingkat lokal/wilayah/wiraswasta tidak berbadan hukum. Tidak terdapat alumni yang bekerja di perusahaan multinasional/internasional pada periode pelaporan ini.
| Tingkat Tempat Kerja | Persentase |
|---|---|
| Lokal/Wilayah/Wiraswasta Tidak Berbadan Hukum | 20% |
| Nasional/Wiraswasta Berbadan Hukum | 80% |
| Multinasional/Internasional | 0% |
4.5 Keeratan Bidang Studi dengan Pekerjaan
Grafik "Keeratan Bidang Studi dengan Pekerjaan" tahun 2026 untuk Program Studi S2 Kimia menunjukkan variasi tingkat keeratan yang cukup beragam. Sebanyak 20% alumni menyatakan pekerjaannya sangat erat dengan bidang studi, 40% menyatakan erat, 20% menyatakan cukup erat, dan 20% menyatakan kurang erat. Secara keseluruhan, 80% alumni menilai bahwa pekerjaan mereka memiliki keeratan yang baik (sangat erat, erat, atau cukup erat) dengan bidang Kimia yang ditempuhnya.
| Keeratan Bidang Studi | Persentase |
|---|---|
| Sangat Erat | 20% |
| Erat | 40% |
| Cukup Erat | 20% |
| Kurang Erat | 20% |
| Tidak Sama Sekali | 0% |
4.6 Kesesuaian Tingkat Pendidikan dengan Pekerjaan
Grafik "Kesesuaian Tingkat Pendidikan dengan Pekerjaan" tahun 2026 untuk Program Studi S2 Kimia menunjukkan bahwa 80% alumni bekerja pada posisi yang sesuai dengan tingkat pendidikan yang sama (magister), sedangkan 20% lainnya berada pada kategori setingkat lebih rendah. Tidak terdapat alumni yang bekerja pada posisi yang mensyaratkan tingkat pendidikan lebih tinggi maupun pekerjaan yang tidak memerlukan pendidikan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan S2 Kimia dinilai relevan dengan tuntutan jabatan yang saat ini dijalani alumni.
| Kesesuaian Tingkat Pendidikan | Persentase |
|---|---|
| Setingkat Lebih Tinggi | 0% |
| Tingkat yang Sama | 80% |
| Setingkat Lebih Rendah | 20% |
| Tidak Perlu Pendidikan Tinggi | 0% |
4.7 Profesi Kerja Alumni
Data profesi kerja alumni Program Studi S2 Kimia tahun 2026 belum sepenuhnya tersedia karena keterbatasan data pada grafik sumber. Namun berdasarkan informasi yang diperoleh, alumni bekerja pada berbagai bidang profesi yang relevan dengan kompetensi kimia, termasuk sektor industri, riset, dan analisis.
4.8 Green Job
Data terkait Green Job untuk alumni Program Studi S2 Kimia tahun 2026 belum tersedia secara lengkap pada periode pelaporan ini.
BAB V ALUMNI MELANJUTKAN STUDI
5.1 Masa Tunggu Alumni Melanjutkan Studi
Pada Program Studi S2 Kimia tahun 2026, tidak terdapat alumni yang tercatat melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi (S3/Doktoral).
5.2 Sumber Biaya Studi Lanjut
(Data tidak tersedia)
BAB VI ALUMNI WIRASWASTA
6.1 Masa Alumni Memulai Wirausaha
Pada Program Studi S2 Kimia tahun 2026, tidak terdapat alumni yang tercatat melanjutkan studi maupun berwirausaha. Seluruh responden pada periode pelaporan ini langsung terserap ke dunia kerja sebagai pegawai di berbagai lembaga.
6.2 Rata-Rata Take Home Pay Alumni Berwiraswasta
(Data tidak tersedia)
6.3 Posisi/Jabatan Wiraswasta
(Data tidak tersedia)
6.4 Bidang Usaha Alumni
(Data tidak tersedia)
BAB VII SURVEI PENGGUNA ALUMNI
Hasil survei pengguna alumni memuat umpan balik dari pengguna lulusan terhadap kinerja, sikap, dan kompetensi alumni. Bagian survei pengguna alumni untuk Program Studi S2 Kimia belum dapat memberikan gambaran yang representatif karena sampai periode pelaporan ini belum ada pengguna lulusan yang mengisi kuesioner. Hal ini terutama disebabkan jumlah alumni yang masih sangat sedikit, sehingga basis data pengguna lulusan yang dapat dihubungi juga terbatas.
BAB VIII PENUTUP
8.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil tracer study Program Studi S2 Kimia tahun 2026, seluruh alumni responden (100%) telah bekerja dengan masa tunggu kurang dari atau sama dengan 2 bulan setelah lulus. Alumni bekerja pada berbagai lembaga, meliputi perusahaan swasta (80%) dan institusi/organisasi multilateral (20%), dengan tingkat tempat kerja mayoritas pada skala nasional/wiraswasta berbadan hukum (80%). Pendapatan seluruh alumni berada pada rentang ≥5.000.000 - ≤10.000.000 rupiah per bulan, yang berada di atas 1,2 kali UMP Jawa Timur. Sebanyak 80% alumni menilai pekerjaan mereka erat hingga sangat erat terkait dengan bidang studi yang ditempuh, dan 80% alumni bekerja pada posisi yang sesuai dengan tingkat pendidikan magister. Hal ini menunjukkan bahwa kurikulum dan proses pembelajaran S2 Kimia secara umum telah mampu menghasilkan lulusan yang relevan dan cepat terserap di dunia kerja.
8.2 Rekomendasi
Program Studi S2 Kimia disarankan untuk mempertahankan dan memperkuat kualitas kurikulum serta jejaring kerja sama dengan perusahaan swasta dan organisasi multilateral yang telah menyerap alumni. Selain itu, perlu dilakukan upaya peningkatan keeratan bidang studi dengan pekerjaan, mengingat masih terdapat 20% alumni yang menilai keeratan bidang studinya kurang erat. Program studi juga disarankan untuk mengembangkan program pengayaan soft skills, kepemimpinan, dan karier (termasuk sosialisasi peluang studi lanjut dan kewirausahaan) agar lulusan pada periode berikutnya tidak hanya cepat terserap di dunia kerja, tetapi juga memiliki ragam pilihan karier yang lebih luas dan berdaya saing tinggi. Upaya peningkatan survei pengguna alumni juga perlu diintensifkan untuk memperoleh umpan balik yang komprehensif dari pihak pengguna lulusan.